Sebuah pengadilan Islandia menyatakan seorang mantan perdana menteri tak bersalah atas krisis finansial 2008 yang menyebabkan sistem perbankan jatuh, Associated Press mengabarkan. Jika Haarde dinyatakan bersalah, ia seharusnya dipenjara selama dua tahun. Kasus ini disidangkan di Landsdomur yang didirikan di tahun 1905 dengan mandat untuk menangani kasus-kasus kriminal para anggota Kabinet. Namun, Haarde adalah yang pertama dalam sejarah yang diadili dalam pengadilan khusus ini.
Haarde didakwa gagal mengambil langkah-langkah yang sesuai dalam menghadapi gelembung (bubble) perbankan, tidak menghiraukan rekomendasi berkaitan dengan pencegahan krisis finansial yang telah dirancang oleh pemerintah di tahun 2006. Menurut AFP, pihak pengadilan mengakui bahwa Haarde seharusnya mempertimbangkan rekomendasi tersebut, namun kesalahan ini tampaknya tidak cukup untuk memvonis mantan PM Islandia tersebut. Ia dinyatakan tidak bersalah dari semua tuntutan.
Dalam tahun-tahun sebelum krisis, ketika Islandia tengah menikmati lonjakan ekonomi, bank-bank nasional berkembang dengan pesat. Jumlah total aset bank naik 9 kali lipat jika dibandingkan dengan PDB Islandia. Krisis global 2008 membuat bank bangkrut dan akhirnya mereka diambil alih oleh pemerintah Islandia. Islandia telah meminjam dana sebesar 10 miliar dollar AS dari IMF.
Geir Haarde mengatakan bahwa ia dan para regulator finansial lainnya tidak menyadari besarnya masalah tersebut. Ia juga menekankan bahwa selama krisis, bank-bank besar yang akan bangkrut tidak hanya di Islandia, namun juga di negara-negara lainnya. Namun, Islandia hampir tidak memiliki peluang untuk pencegahan krisis karena faktor-faktor ekonomi nasional.