
Perusahaan Inggris De La Rue, yang mencetak mata uang nasional untuk sejumlah negara, mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mencetak Drachma - mata uang Yunani, yang sudah tidak digunakan lagi setelah Atena mulai menggunakan euro, menurut Reuters mengutip dari narasumber sektor tersebut.
Di hari Jumat tanggal 18 Mei, komisioner Eropa untuk perdagangan Karel de Gucht mendeklarasi bahwa kewenangan Uni Eropa termasuk komisi Eropa, dan bank sentral Eropa bersiap untuk kemungkinan Yunani meninggalkan zona euro dan kembali ke Drachma. Ini sepertinya merupakan konfirmasi resmi pertama mengenai data tipe ini.
Tanggal 11 Mei, telah diketahui bahwa mayoritas bank besar bersiap untuk kemungkinan penolakkan Athena dari euro. Khususnya, institusi finansial, mereka membuat pengaturan beberapa sistem elektronik untuk pembayaran non tunai dan trading dalam Drachma.
Diskusi mengenai keluarnya Yunani dari zona euro dimulai dengan antusiame diantara krisis politik di Yunani bulan Mei 2012.
Selama pemilihan parlemen di negara tersebut, partai yang tidak mendukung program menuju potongan anggaran radikal menang. Langkah kehematan ini dibutuhkan oleh Uni Eropa dan IMF.
Tanpa bantuan mereka, negara akan berada dalam kebangkrutan di bulan Maret.
Para ahli memberikan perkiraan berbeda mengenai apa yang akan hilang dari ekonomi Eropa dalam hal Yunani yang akan membatalkan menggunakan euro. Dengan demikian, Perancis memperkirakan kerugiannya dalam jumlah 50 milyar euro. CEBR Inggris memperkirakan kerugian negara zona euro di 2-5% PNB atau 235-780 milyar euro. Jerman dapat kehilangan 90 milyar euro.