Bank Inggris Standard Chartered yang tertuduh atas aktivitas gelap dengan perusahaan-perusahaan Iran oleh lembaga regulator finansial AS telah setuju untuk membayar pinalti sipil $340 juta ke negara tersebut, Agence France-Presse mengatakan pada 14 Agustus. Pembayaran pinalti tersebut merupakan satu dari ketentuan perjanjian formal antara Standard Chartered dan Departemen Layanan Finansial New York, yang menuduh bank tersebut atas pelanggaran sanski ekonomi AS terhadap Iran. Perjanjian tersebut telah membantu bank tersebut untuk menghindari proses pengadilan. Berdasarkan ketentuan lainnya, SCB akan menempatkan seorang pemeriksa lembaga untuk mengawasi resiko pencucian uang tersebut. Manajemen bank juga akan melaksanakan investigasi internal untuk menemukan apakah aktivitas tersebut melanggar sanksi AS terhadap Iran.
Perjanjian formal dengan rinciannya segera diharapkan.
Pada awal bulan Agustus, Departemen Layanan Finansial mengumumkan bahwa Bank Inggris Standard Chartered dicurigai atas penipuan yang disengaja dari laporan tersebut untuk menutupi transaksi dengan para klien dari Iran yang dikenakan sanksi ekonomi AS. Sekitar 60.000 transaksi dalam total $250 miliar diproses di AS sejak 2001, regulator mengatakan. Transaksi ini menghasilkan ratusan juta dollar bagi SCB.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, tuntutan tersebut telah mengancam SCB untuk membayar denda sebesar 700 juta dan berhenti beroperasi di pasar AS dengan resiko kerugian yang signifikan.
Sementara itu, bank tersebut telah berhasil mencapai kesepakatan hanya dengan Departemen Layanan Finansial New York, Agence France-Presse mengatakan. Departemen Keuangan AS dan Departemen Kehakiman melaksanakan investigasi mereka. Perjanjian dengan Departemen Layanan Finansial New York tidak akan mempengaruhinya, kedua lembaga tersebut menekankan hal tersebut.
Setelah Standard Chartered memperoleh dakwaan tersebut, saham bank tersebut turun 15 persen.