
Ditengah-tengah pertumbuhan lambat ekonomi dunia, harga rata-rata minyak per barel kemungkinan akan turun dari 107 dolar AS menjadi 89 dolar AS di 2017, IEA mengabarkan. Namun, belum jelas apakah lembaga tersebut turut mempertimbangkan inflasi.
Harga minyak diperkirakan akan turun karena lemahnya permintaan. Menurut Agensi Energi Internasional (IEA), permintaan minyak akan naik 6,73 juta barel per hari. Jadi, sehubungan dengan Desember 2011, permintaan minyak diperkirakan akan berkurang setengah juta barel per hari.
Lembaga tersebut memproyeksikan bahwa pada 2017, OPEC akan memproduksi 31,21 juta barel per harinya. Jumlah ini tidak lebih banyak dari jumlah minyak yang diproduksi saat ini: di September, para anggota OPEC menurunkan produksi minyak menjadi 31,17 juta barel per hari karena penurunan produksi minyak di Iran, Angola, Arab Saudi dan Nigeria.
Sebagaimana data yang dipersiapkan oleh IEA menunjukkan, Teheran mengurangi produksi minyak sebesar 2,63 juta barel per hari dan ekspor menjadi 860 ribu barel dibawah tekanan sanksi internasional. Iran menyuling sekitar 4,2 juta barel per hari lima tahun lalu dan 3,7 juta barel tahun lalu.
IEA telah mengurangi perkiraan permintaan minyak tahun ini menjadi 0,8-0,9 juta barel per hari di 2012-2013 dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar lebih dari satu juta barel.
OPEC memperkirakan bahwa di tahun 2013, konsumsi minyak akan naik 0,8 juta barel per hari. Namun, kelompok kartel mengingatkan bahwa perkiraan permintaan minyak akan diturunkan 20%. Di awal Oktober, IEA memotong perkiraan konsumsi minyak 2012 sebanyak 45 ribu barel menjadi 70 ribu barel per hari, dan di 2013 sebanyak 80 ribu barel menjadi 920 ribu barel per hari.