Tiongkok secara terus-menerus menggeser turun pasar dunia. Kali ini penurunan disebabkan oleh data terbaru pada profit industri Tiongkok. Data berubah menjadi sangat lemah yang mendesak investor internasional kembali mengatakan bahwa ekonomi global dalam keadaan buruk. Menurut Biro Statistik Nasional, Profit industri Tiongkok turun 8,8 persen pada skala tahunan. Angka ini merupakan yang terlemah dalam industri Tiongkok sejak 2011. Tambang batubara serta industri minyak dan gas masing-masing menunjukkan penurunan terbesar di 64,9 dan 67,3 persen, Pasar saham dunia menanggapi pada data oleh penurunan besar pada kuotasi. Nikkei Jepang 225 turun 1,3% menjadi 17.163, MICEX Rusia turun 1,42% menjadi 1.616, dan Indeks RTX turun 1,74% menjadi 774. Indeks utama Eropa turun 2% pada rata-rata. DAX Jerman turun 2,1% dan terlihat di 9.484, CAC 40 Perancis turun 2,7 % menjadi 4,357. dan FTSE 100 Inggris turun 2,4% menjadi level 5.959. Kelemahan pada industri Tiongkok ditengah penurunan pasar saham menunjukkan penutupan pada pertumbuhan PDB triwulan 3 sebesar 6,4 persen.Otoritas Tiongkok menetapkan akan mengeluarkan data PDB di bulan Oktober. Sebelumnya, pertumbuhan berkelanjutan di 7% dilaporkan di triwulan 1 dan triwulan 2. Namun, banyak analis dan para investor membantah bahwa staff Tiongkok dengan sengaja membesar-besarkan data sesungguhnya.