Ismail Lepiyev, pemilik dari Tourism Holding TH&C yang menyertakan Kogalymavia, mengatakan kepada reporter bahwa penerbangan akan mengklaim kompensasi dari otoritas Mesir. Sebuah Airbus A321 dari Kogalymavia (Metrojet) jatuh di Semenanjung Sinai karena serangan teroris pada 31 Oktober.Menurut Lepiyev, perusahaan menantikan untuk mencapai kesepakatan mengenai kompensasi tanpa harus menuju pengadilan karena Rusia dan Mesir adalah mitra lama.
Saat ini, penerbangan Rusia menunggu hasil resmi investigasi dari Mesir.
Kogalymavia akan menggandakan armada penerbangan dari empat menjadi delapan pesawat. Sebagai tambahan dari program piagam, perusahaan akan mengembangkan penerbangan reguler.
Otoritas transportasi Rusia Rostransnadzor mengatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya pelanggaran serius dalam pengoperasian Kogalymavia.
Pada 17 November, Direktur dari Federal Security Service (FSB) Aleksandr Bortnikov mengumumkan dalam rapat dengan Vladimir Putin bahwa kecelakaan A321 adalah akibat dari serangan teroris. Bekas peledak asing ditemukan pada puing-puing dan bagasi pesawat. Pimpinan FSB menambahkan bahwa alat peledak rakitan ini setara dengan satu kilo TNT yang diledakan diatas pesawat. Akibat dari ledakan tersebut, pesawat hancur diudara.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan teroris akan ditemukan dan dihukum.