Upaya pemerintah Jepang untuk memulihkan ekonomi negaranya terbukti sia-sia. Situasu hanya semakin memburuk meskipun terdapat sejumlah langkah dukungan. Selain itu, data ekonomi yang pesimis tidak memberikan keyakinan.Pekan lalu Biro Statistik mengeluarkan laporan menunjukkan tingkat pengangguran Jepang naik lebih dari yang diperkirakan dari 3,1% menjadi 3,3%, merupakan level tertinggi sejak Januari. Sementara itu, penjualan ritel Jepang turun 1% di bulan November, menandakan penurunan tertajam dalam empat tahun. Angka produksi industri juga menunjukkan gambaran yang suram. Output pabrik turun besar-besaran selama tiga bulan pertama dalam satu tahun. Seluruhnya menunjukkan bahwa pemulihan dari perekonomian Jepang tidak diharapkan hingga awal 2016.
Ekonom mengatakan ekonomi Jepang akan menurun pada Oktober- Desember ditengah level pengeluaran rumah tangga saat ini. Ini cukup menjadi sebuah tanda peringatan sejak profit perusahaan secara umum meningkat pada Natal dan Tahun Baru.
Kesimpulannya, harapan untuk Abenomic yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi Jepang terbukti menjadi percobaan gagal dengan hasil yang buruk bahkan 3 tahun setelah peluncuran.