
Awal tahun gagal menjadi titik peningkatan untuk mata uang nasional Russia. Ruble terus menurun dan juga pasar saham Russia. Oleh karena itu, minggu bekerja pertama tahunini di bursa saham Moskow ditandai oleh penurunan dalam ruble. Statistik pasar mata uang menunjukkan bahwa mata uang tunggal Eropa mampu bertambah 3,35 ruble, sementara dolar AS naik 1,5 melawan ruble Russia. EUR/RUB dan USD/RUB mencapai 83,97 dan 76,31 untuk pertama kalinya sejak Desember 2014.
Penurunan dalam harga minyak global menjadi alasan utama di balik dinamika negatif. Eknomi Russia dengan cepat merespon pada fluktuasi, bahkan yang marginal, di harga batu bara, yang cenderung memadai dalam beberapa periode belakangan ini. Selama 10 hari pertama 2016, minyak mentah brent turun 12,5%. Standar internasional terus menurun selama sesi trading London tanggal 11 Januari. Jadi, minyak mentah brent turun 3,02% ke level $32,52 per tong, dan respon pasar amat cepat. Indeks MICEX turun 2,5% di hari tersebut, dan indeks RTS lebih dari 4% turun.
Di balik peristiwa ini, beberapa ahli mengingat perkiraan terbaru yang dilakukan oleh para analis di Goldman Sachs di akhir 2015. Mereka menyarankan pesera pasar untuk melakukan investasi dalam mata uang nasional Russia, memperdebatkan bahwa Ruble terlihat oversold dan memiliki kesempatan baik untuk memangkas penurunan bahkan dengan sedikit kenaikkan dalam harga minyak mentah.