logo

FX.co ★ Sebagian imigran Eropa dapat menghadapi deportasi

Sebagian imigran Eropa dapat menghadapi deportasi

Sebagian imigran Eropa dapat menghadapi deportasiOtoritas Eropa mulai menyadari kesalahan mereka terkait kebijakan migran dimana mayoritas pengungsi tidak mencari suaka. Para pengungsi tersebut tidak menyelamatkan diri dari perang atau penindasan politik. Enam dari 10 imigran ingin mencari tunjangan dan menetap di Eropa. Otoritas Eropa membutuhkan waktu untuk menyadari hal ini.

Para pendatang dari Maroko dan Tunisia masih membanjiri Eropa, meski tidak ada konflik bersenjata di negera-negara tersebut. Mereka ingin menikmati peraturan terbaru undang-undang Eropa dan memperbaiki kondisi keuangan mereka dengan menerima tunjangan. Namun dalam hal ini, hukum menjadi pedang bermata dua: hukum memang melindungi para pencari suaka, namun pada saat yang sama dapat mengembalikan imigran lainnya kembali ke negara asal mereka. Di tahap awal krisis imigran, otoritas Eorpa berjanji akan menyediakan perlindungan kepada mereka yang kehilangan rumah karena perang. Namun, imigran yang pindah dengan tujuan ekonomi tidak akan dianggap sebagai alasan untuk bermigrasi. Dan karena hal ini, sekitar 60 persen imigran dapat dideportasi.

Terkait dengan beberapa peristiwa terbaru yang melibatkan pengungsi, para pejabat UE harus mempertimbangkan seluruh solusi untuk permasalahan ini, termasuk deportasi. Sebagai contoh, Swedia mengembalikan 80.000 imigran, setara dengan separuh pendatang baru yang masuk ke negara Skandinavia tersebut. Swedia bahkan menawarkan bantuan kepada Jerman untuk menerbangkan kembali pendatang baru kembali ke negara mereka.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading