Segera setelah rencana ambisius Jepang untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang akan memudar, Bank of Japan membawa suku bunga ke zona negatif untuk pertama kalinya. Bank sentral tersebut memutuskan untuk melakukan tindakan ini setelah mempertimbangkan dampak negatif gejolak di pasar global, rendahnya inflasi dan risiko yang semakin meningkat. Regulator perbankan tersebut menurunkan suku bunga deposito yang dilakukan oleh institusi-institusi keuangan mulai dari 0,1 persen ke -0,1 persen. Bank f Japan akan "menurunkan suku bunga hingga masuk ke dalam wilayah negatif jika dinilai perlu," menurut pernyataan resmi Bank of Japan. Selain itu, regulator tersebut juga berencana untuk menaikkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun. Seluruh langkah ini bertujuan untuk mencapai target inflasi 2 persen Bank of Japan. Para pengambil kebijakan di Bank of Japan memperkirakan inflasi inti akan tetap dalam range 0,2 sampai 1,2 persen di antara April 2016 sampai Maret 2017. Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda selalu memberikan gambaran optimis dan berharap target inflasi akan dicapai di akhir 2016. Pasar keuangan tidak menduga Bank of Japan akan menurunkan suku bunga hingga memasuki wilayah negatif,
Akhir-akhir ini, mayoritas bank sentral mengambil langkah yang dapat diprediksi. Mengenai regulator Jepang, sebagian besar analis memprediksi bank sentral Jepang hanya akan mengambil langkah stimulus tambahan. Oleh karena itu, suku bunga negatif menjadi kejutan bagi mereka. Menyusul keputusan ini, saham-saham perusahaan yang terdaftar dalam Tokyo Stock Exchange rally. Indeks utama Jepang Nikkei yang melacak harga saham 225 perusahaan terkemuka Jepang naik mendekati 600 poin, atau 3,37 persen ke 17.615,83 poin. Pada saat yang sama, yen turun 1,7 persen ke 120,89 melawan dolar AS.