logo

FX.co ★ Jatuhnya harga minyak menurunkan peringkat Shell

Jatuhnya harga minyak menurunkan peringkat Shell

Jatuhnya harga minyak menurunkan peringkat ShellJatuhnya harga minyak membuat peringkat kredit sejumlah perusahaan-perusahaan produsen minyak turun. Emas hitam diproduksi di seluruh dunia dan biaya produksi berbeda-beda tergantung lokasi. Sebagai contoh, pengeboran relatif lebih murah di kawasan selatan. Pada saat yang sama, cuaca buruk membuat produksi minyak menjadi lebih mahal di area utara. Dengan harga minyak mentah saat ini, para produsen minyak bahkan dapat merugi. Oleh karena itu, sejumlah proyek ditutup dan saham-saham perusahaan minyak dinilai tidak menguntungkan.

Beberapa waktu lalu, sebuah lembaga pemerating internasional Standard & Poor's menurunkan peringkat kredit raksasa minyak Royal Dutch Shell dan berpotensi kembali diturunkan. Peringkat kredit untuk Shell diturunkan satu notch ke A+ dari AA-. Daftar perusahaan yang menerima outlook negatif meliputi Repsol, BP, tiga perusahaan yang dimiliki oleh Statoil, Total dan Eni. Langkah ini didorong oleh cakupan utang yang tidak mencukupi dari produsen minyak tersebut. Selain itu, para analis di Standard & Poor's tidak puas dengan rencana Shell untuk 2015-2017.

Namun, alasan utama untuk downgrade adalah situasi terbaru di pasar komoditas pasar. Harga minyak mentah tetap turun untuk waktu yang lama dan tidak ada tanda-tanda outlook akan berubah dalam beberapa tahun mendatang. Selama suplai melebihi permintaan, masa depan produsen minyak tetap tidak pasti. Akibatnya, perusahaan produsen minyak harus menurunkan pengeluaran dan mengabaikan proyek-proyek mahal.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading