Beredar rumor bahwa semakin banyak negara yang menolak menggunakan dolar AS saat membuat kesepakatan minyak mentah dan Iran termasuk didalamnya. Selain itu, dikatakan pula bawa ruble Rusia yang akan menggantikan dolar AS dalam pembayaran internasional. Pemerintah Iran mengimumkan niatnya untuk mengurangi kebergantungan negara tersebut pada mata uang AS setelah dihapuskannya sanksi bulan lalu. Selama bertahun-tahun, negara ini bersikeras bahwa mata uang tunggal Eropa yang harus menggantikan dolar sebagai mata uang untuk perdagangan minyak mentah global. Sumber di perusahaan minyak milik negara Iran NIOC mengatakan bahwa Iran akan meminta pembayaran dalam euro untuk perjanjian perdagangan yang baru dengan beberapa perusahaan seperti Total Perancis, Cepsa dan Litasco Spanyol, serta Lukoil Rusia, Reuters melaporkan.
Selain itu, Iran memberikan diskon yang cukup besar untuk menarik konsumen dari Eropa dan bersaing dengan rival utamanya yaitu Arab Saudi. Sebagai contoh, diskon untuk minyak mentah Heavy Iran mencapai 6,55 dolar AS. Pemerintah Iran berencana untuk mengirimkan sekurang-kurangnya 1 juta barel per hari ke luar negeri.