Iran menyambut keputusan untuk mengurangi produksi minyak dan setuju untuk menghentikan output setelah negosiasi terkini yang dilakukan antara negara-negara OPEC maupun Non-OPEC. Dengan melakukan hal tersebut, produsen minyak utama dunia mencoba untuk menopang harga minyak mentah global dan mengembalikan keseimpangan simpanan dan permintaan. Selain itu, Iran mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh eksportir lain untuk memangkasn produksi adalah langkah pertama untuk menstabilkan harga minyak.Jika Tehran telah menolak untuk menghentikan produksi di level Januari seperti yang disarankan oleh Rusia, Arab Saudi, Qatar, dan Venezuela, maka akan mengganggu kerja sama dari produsen minyak utama. Harga minyak mentah turun sekitar 70 persen dari puncak terbaru pada Juni 2014 dikarenakan pasokan minyak berlebih pada pasar global. Perusahaan berupaya untuk bertahan, dan, oleh karena itu, mereka memangkas investasi dan mengurangi jumlah pekerjanya. Bahkan Saudi Arabia, sebuah negara yang perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor minyak, mengumumkan defisit anggaran mendekati $98 miliar di 2015, yang terhitung 15 persen dari PDB.