Pemerintah Kanada tampaknya telah menemukan arah politik luar negeri yang unik. Menteri Luar Negeri Stephanie Dion mendukung pembahasan dengan Rusia bersamaan dengan pengetatan sanksi terhadap Rusia. Di satu sisi, Kanada siap memberikan sanksi yang lebih besar; namun, di sisi lain, Ottawa tidak keberatan memiliki hubungan yang bersahabat dengan negara tersebut. Pemerintah Kanada mengatakan mereka siap mendukung sanksi kolektif, namun mereka juga menyatakan tidak puas dengan kebijakan yang disebut "empty chair policy" terkait Rusia. Mungkin, pernyataan tersebut dibuat untuk melihat reaksi Kremlin dan menemukan kesiapan mereka untuk melakukan kesepakatan. Dalam pidatonya, Stephane Dion menekankan, "Kanada akan terus menentang pencaplokan ilegal wilayah Crimea dan agresi Rusia di Ukraina Timur, dalam hal ini, kami sangat mendukung sekutu NATO kami, Namun, untuk memutuskan hubungan juga berarti mendahului potensi terjadinya dialog," Dion menambahkan. Selama sanksi, Rusia justru menggaungkan namanya dalam arena goobal dan kini hubungan yang memburuk menghambat keamanan global. Selain itu, sejarah menunjukkan bahwa kedua pihak tidak mendapatkan manfaat apapun dari sanksi. Dion juga mengingatkan bahwa "bahkan selama Perang Dingin, Kanada tetap berhubungan baik dengan Uni Soviet," yang merupakan asal muasal daru Rusia. Artinya, peluang untuk menemukan kesamaan antara kedua negara sangatlah tinggi meski ada sanksi.