logo

FX.co ★ Referendum Belanda menolak perjanjian asosiasi UE-Ukraina

Referendum Belanda menolak perjanjian asosiasi UE-Ukraina

Referendum Belanda menolak perjanjian asosiasi UE-Ukraina

Eropa terbagi karena begitu banyak isu, dan salah satunya adalah masa depan kerjasama dengan Ukraina. Contohnya, rakyat Belanda tidak sepenuhnya menyetujui kesepakatan Asosiasi diantara UE dan Ukraina. Belanda menggelar referendum yang menunjukkan sentimen terhadap kesepakatan tersebut di negara itu. Referendum umum dilakukan dalam demokrasi dan biasanya tidak begitu disorot. Hal yang menarik adalah berdasarkan exit polls, sekitar 64 persen rakyat Belanda tidak setuju untuk bekerjasama dengan Ukraina.

Jumlah pemilih sedikit dengan hanya 32 persen pemilih sah berpartisipasi dalam referendum. Bagaimanapun, hal itu dapat menimbulkan kesulitan bagi Uni Eropa. Karena referendum tersebut tidak mengikat, votingnya akan memberikan kesulitan bagi Brussel dan Pemerintah Belanda. Perdana Menteri Petahana Mark Rutte tidak mempengaruhi jalannya referendum, dan hanya pada hari terakhir sebelum voting ia mendesak para pemilih untuk mendukung ratifikasi perjanjian dengan Ukraina. Tampaknya, himbauan tersebut diacuhkan dan hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Belanda menolak kerjasama. Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan hasil referendum tersebut adalah serangan bagi persatuan Eropa, dan serangan terhadap penyebaran nilai-nilai Eropa.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading