Ditengah perekonomian global yang melemah, bank sentral diseluruh dunia mencoba melakukan segala hal yang memungkinkan untuk mengurangi dampak buruk dari penurunan. Salah satu cara untuk mengatasi indikator ekonomi adalah manipulasi benchmark suku bunga. Penyesuaian suku bunga adalah tugas penting bagi setiap otoritas moneter tanpa terkecuali bagi Reserve Bank of Australia. Pembuat kebijakan Moneter Australia melakukan strategi yang sama dengan rekanan mereka di negara-negara berkembang membiarkan benchmark suku bunga tetap di rekor rendah sebesar 2 persen."Informasi terkini menunjukkan bahwa ekonomi global terus meningkat, meskipun pada laju yang lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Sementara itu beberapa ekonomi negara berkembang telah mencatat kenaikan selama beberapa tahun terakhir, kondisi menjadi lebih sulit bagi sejumlah ekonomi pasar negara berkembang. Tingkat pertumbuhan Tiongkok terus melemah," Gubernur RBA Glenn Stevens menjelaskan di keputusan Dewan.
Ekonomi Australia telah mengalami transisi sejak akhir pergolakan pertambangan. Transisi ini telah menghasilkan dampak positif. PDB Australia meningkat stabil meski ditengah pengurangan investasi besar dalam industri pertambangan. Aussie naik menyusul keputusan RBA begitu pula dengan defisit perdagangan nasional. Penurunan meningkat pada penyesuaian musiman A$3,41 milia r($2,59 miliar AS). Analis telah mengharapkan defisit yang lebih kecil senilai A$2,5 miliar.