
Modal asing dengan cepat keluar dari Cina. Aliran modal pada 2015 melewati rekor tertinggi senilai 1 triliun dolar AS. Investor asing buru-buru menarik dana dari negara tersebut. Karenanya, ekonomi Cina kehilangan sekitar 158,7 miliar dolar AS pada Desember, yang merupakan angka tertinggi sejak September 2015 ketika aliran modal keluar mencapai 194 miliar dolar AS dalam hanya sebulan.
Kepergian modal sangat dipercepat oleh pernyataan ambigu yang dibuat pejabat-pejabat Bank of China. Investor menganggap komentar regulator mengenai kebijakan moneter selanjutnya tidak tepat. Dengan mengeluarkan pernyataan seperti ini, bank sentral Cina memunculkan perasaan ketidakpastian, yang mendorong investor asing mengeluarkan uang mereka dari negara tersebut sebelum perubahan yang diprediksikan terjadi. Total aliran modal keluar dari Cina menunjukkan kenaikan tujuh kali lipat tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya lagi. Selain itu, para ahli menyoroti penurunan cadangan forex Cina, yang menurun untuk pertama kalinya sejak 1992, turun $500 miliar dalam hanya setahun
Perkembangan yang sedang berjalan berakibat devaluasi serius renmimbi. Nilai kurs mata uang nasional Cina terhadap dolar mencapai level mendekati 6,6 pada 2016 dibandingkan awal 2015 ketika satu dolar AS kurang dari 6,1 yuan. Secara umum, renmimbi kehilangan nilai sekitar 8% pada 2015. Republik Rakyat Cina tampaknya tak akan mengenang tahun lalu sebagai tahun yang baik. GDP yang naik hanya 6,9% mencatatkan hasil terburuk dalam 25 tahun terakhir. Dengan mempertimbangkan fakta bahwa Cina menyumbang 25% dari pertumbuhan ekonomi global, tidak ada keraguan bahwa masalah internal Cina sangat mempengaruhi seluruh dunia.