
Dewan direksi International Monetary Fund sepakat untuk mengubah kebijakan peminjaman meskipun perwakilan Rusia di IMF menentangnya. Peraturan baru mencabut larangan peminjaman kepada negara-negara yang memiliki hutang sovereign yang melewati masa jatuh temponya. Pejabat-pejabat Rusia sangat menentang perubahan itu yang memungkinkan IMF melanjutkan dukungan keuangan untuk Ukraina. Perubahan itu memungkinkan IMF tetap meminjamkan uang kepada negara-negara yang terkena default meskipun kebijakan sebelumnya mencakup larangan memberikan dukungan keuangan kepada negara-negara yang memiliki sejarah kredit seperti itu. Kini Kiev diperkirakan akan mendefault hutang Eurobondnya kepada Rusia senilai $3 miliar. Pemerintah Yanukovych menerima uang tersebut sebagai imbalan penolakannya untuk bergabung dengan Uni Eropa. Otoritas Ukraina yang sekarang berasumsi hutang tersebut bersifat komersil dan bukan sovereign. Pada gilirannya, Moskow menganggap keputusan tersebut tidak adil. "Syarat yang dirancang selama bertahun-tahun hancur begitu saja. Peraturan keuangan program-program IMF bertahan selama berdekade-dekade dan tidak berubah. Kreditur sovereign selalu memiliki prioritas dibandingkan kreditur komersial. Peraturan ini menyorot peran khusus kreditur resmi, yang cukup penting dalam periode krisis, ketika kreditur komersial mengacuhkan negara tersebut dan menghalanginya mencapai akses menuju sumberdaya. Keputusan untuk mengubah peraturan terkesan terburu-buru dan sarat kepentingan. Kebijakan tersebut hanya akan merugikan Rusia dan melegalisasi Kiev untuk tidak membayar hutangnya," kata Menteri Keuangan Rusia Anto Siluanov kepada para jurnalis. Kini otoritas Rusia mengalami menjadi kreditur yang dicurangi. Mereka akan merasakan apa yang dirasakan pemegang rekening ketika kehilangan semua uangnya. Dengan kata lain, ikan-ikan besar akan berkaca pada bagaimana orang biasa hidup. Dan untuk keanggotaan IMF, sifatnya tidak wajib dan setiap negara bisa meninggalkannya kapan saja.