Pada hari Senin ruble dibuka lebih rendah setelah gagalnya kesepakatan antara produsen-produsen besar minyak di Doha. Mata uang Rusia ini turun hampir 3,5%.Selama menit pertama sesi, ruble turun ke 68,64 terhadap dolar dan turun ke 77,56 terhadap euro.
Para pejabat negara-negara produsen minyak gagal mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi minyak di level saat ini, sementara para ahli mengantisipasi hasil rapat akan memicu kenaikan harga minyak dan nilai ruble.
Rapat di Doha berakhir tanpa hasil apapun dan harga minyak bergantung pada kurs mata uang dolar AS di pasar Forex.
Untuk ruble, pergerakan lebih lanjutnya akan bergantung pada dolar dan harga minyak.
Fokus trader juga pada pasar opsi dimana para pelaku utama membuka posisi lebih dahulu. Pertama-tama, trader harus memperhatikan pola strangle (put dimana harga strike 60 dan call dengan harga strike 73 keduanya memiliki 305.000 kontrak) yang artinya investor mempertaruhkan pasangan dolar/ruble bergerak dalam range 60 ruble hingga 73 ruble sebelum tanggal berlaku options berakhir (dalam hal ini sampai 15 Juni).
Mungkin keadaan akan berjalan sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, rapat selanjutnya di Qatar dapat terjadi di bulan Juni. Dengan kedua 'legs' strangle jauh dari kurs mata uang saat ini, maka hal ini mendukung strangle jual. Seringkali, posisi terarah memiliki harga strike yang lebih dekat.