
Baru-baru ini, kota-kota di Pantai Timur Amerika Serikat dihantam badai salju besar. Sementara penduduk di kawasan-kawasan yang tertutup salju kembali ke rutinitas normal mereka setelah badai salju, para ahli mengestimasi biaya ekonomi bencana tersebut. Badai tersebut diberi sejumlah nama, seperti Jonas dan Snowzilla. Sebuah analisis dari Moody's mengestimasi ekonomi AS menanggung kerugian hampir $3 miliar. Pendapatan penjualan yang hilang membentuk sebagian besar kerugian ekonomi tersebut. Toko-toko, restoran, dan hotel ditutup selama beberapa hari karena ketiadaan pelanggan. Selain itu, banyak pekerja yang kehilangan upahnya. Secara keseluruhan, badai salju tersebut melumpuhkan bandara, jalan tol, tempat usaha, sekolah, dan kantor pemerintahan di sepanjang Pantai Timur selama akhir pekan dan sebagian besar hari kerja yang menimbulkan kerugian finansial yang signifikan.
Kode merah dideklarasikan di Georgia, Pennsylvania, Tennessee, Maryland, Virginia, dan North Carolina. Badai tersebut meninggalkan jejak di New York, Boston, Philadelphia, dan negara bagian Kentucky. Meskipun terdapat kerusakan parah, Snowzilla bukanlah bencana cuaca terbesar dalam sejarah AS. Contohnya, badai Sandy yang menyapu Pantai Timur pada Oktober 2012 menimbulkan total kerusakan senilai $62 miliar. Meskipun demikian, badai Katrina, yang menghantam Pantai Teluk pada akhir Agustus 2005, diakui sebagai badai paling merusak dalam sejarah AS. Total kerugian akibat Katrina diperkirakan mencapai $129 miliar.