
Menurut BNP Paribas, UBS dan Cpmmerzbank, kenaikan harga minyak tidak akan berlangsung lama. Para ahli perminyakan mengatakan, harga dapat kembali ke sekitar $30 per barel karena produksi minyak OPEC yang mendekati level rekor tertinggi.
Menurut para analis, kenaikan harga minyak sebesar 70% setelah mencapai level terendah di bulan Januari mencerminkan situasi pasar tahun 2015 dimana pemulihan harga secara tiba-tiba beralih menjadi penurunan tajam di bulan Mei karena pasokan berlebih.
BNP dan UBS memperingatkan bahwa harga dapat turun ke $30 per barel dalam beberapa minggu mendatang.
"Terdapat risiko yang sama dengan situasi di tahun 2015," kata Eugen Weinberg, kepala penelitian komoditas di Commerzbank di Frankfurt. "Pasar overheated dan koreksi melewati batas waktunya."
OPEC menaikkan produksi minyak mentah sebanyak 484.000 per barel per hari menjadi 33,2 juta di April, yang terbanyak dalam data bulanan sejak 1989.
Skenario analis memiliki peluang yang besar, khususnya setelah negosiasi Doha gagal tercapai, dimana Rusia, Arab Saudi dan 15 negara lainnya tidak mencapai kesepakatan mengenai pembatasan produksi minyak karena permintaan Saudi yang mengejutkan seluruh peserta sehingga sulit untuk mencapai kata sepakat.