logo

FX.co ★ Iran meningkatkan produksi minyak ke rekor tertinggi setelah sanksi dihapus

Iran meningkatkan produksi minyak ke rekor tertinggi setelah sanksi dihapus

Iran meningkatkan produksi minyak ke rekor tertinggi setelah sanksi dihapus

Otoritas Iran bertekad mengejar target untuk meningkatkan volume produksi minyak. Produsen minyak Iran satu per satu mencetak level pengeboran yang memecahkan rekor tertinggi baru setelah diangkatnya sanksi Barat. Baru-baru ini, kapasitas produksi minyak mencapai rekor baru sebesar 3,8 juta barel per hari. Angka ini tidak begitu tinggi dibandingkan dengan negara lain, namun masih melampaui level produksi sebelum Iran dijatuhkan sanksi. Data yang ada menunjukkan bahwa kapasitas harian Iran mencapai rata-rata 3,7 juta barel per hari sebelum dikenakan sanksi. Setelah sanksi anti Iran dijatuhkan, volume produksi turun lebih dari 30% menjadi 2,4 juta barel per hari. Kini, negara tersebut mampu mengembalikan kapasitas sebelumnya dan bahkan meningkatkannya.

Selain itu, Iran segera melanjutkan kerja sama dengan pembeli lamanya dan mencari pasar baru. Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) dilaporkan telah menandatangani sebuah perjanjian penting dengan Korea Selatan. Negosiasi berlangsung di level tertinggi antara Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Kang Hoo-in. Selain itu, Iran menandatangani sebuah nota kesepahaman untuk pengiriman minyak ke Afrika Selatan. Sehingga tidak hanya level produksi minyak yang memecahkan rekor, namun pengiriman minyak juga meningkat pesat. "Ekspor Iran untuk kondensat gas dan minyak telah mencapai 2,3 juta barel per hari, hampir dua kali lebih banyak sebelum kesepakatan nuklir antara Teheran dan negara-negara adidaya dunia," Presiden Iran mengatakan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading