
Salah satu titik paling signifikan dalam percaturan politik global semakin dan semakin dekat. Pada 23 Juni, Inggris Raya akan menggelar referendum untuk menentukan apakah negara tersebut akan tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Apabila rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan UE, keputusan tersebut akan menimbulkan dampak besar pada dunia. Efeknya akan menjangkau keluar Inggris dan Uni Eropa. Brexit tidak dapat dipungkiri lagi akan mentransformasi baik bidang ekonomi maupun politik dunia. Hasil-hasil poling terkini di seluruh Inggris menambahkan minyak kedalam api yang telah berkobar. Contohnya, survei via telepon yang diadakan oleh Guardian, koran broadsheet mingguan Inggris yang bereputasi baik, menunjukkan bahwa terdapat 53 persen pendukung kelompok Keluar, sementara 47 persen responden menyatakan keinginan mereka untuk bertahan dalam zona euro. Poling online oleh ICM menunjukkan gambaran yang sama. Sementara survei Brexit lainnya yang diadakan oleh ORB untuk The Independent mengungkapkan bahwa 55 persen penduduk Inggris memilih meinggalkan Uni Eropa.
Faktanya, sekitar dua pekan lalu, poling opini mengindikasikan bahwa pendukung kelompok Bertahan memimpin atas kelompok Keluar. Namun, tampaknya semakin dekat menuju referendum, semakin banyak keraguan mengenai keuntungan yang didapat Inggris dari keanggotaan dalam UE. Pergeseran terkini sentimen para pemilih tidak dibiarkan begitu saja oleh bursa taruhan Internet terbesar di dunia BetFair, yang selalu merespon dengan cepat terhadap perkembangan terkini. Hasilnya, sang bandar memangkas taruhannya, dengan kemungkinan munculnya hasil status-quo turun menjadi 70 persen dibandingkan 78 persen sebelumnya. Meskipun demikian, Inggris tidak akan keluar dari UE persis ketika hasil voting diumumkan, bahkan apabila kelompok Brexit menang. Proses disintegrasi Inggris dari Uni Eropa akan memakan waktu sekitar tujuh tahun.