
UE telah memperpanjang sanksi yang menargetkan sektor-sektor tertentu dari ekonomi Rusia hingga 31 Januari 2017, sebagaimana diumumkan oleh Dewan UE pada 1 Juli 2016.
Sebelumnya, perwakilan-perwakilan resmi dari negara-negara UE telah melaporkan niat mereka untuk memperpanjang sanksi tersebut, jadi hal tersebut bukanlah sebuah kejutan untuk Rusia.
Prancis, Inggris, dan Swedia menggunakan hak mereka untuk menegosiasikan keputusan tersebut dengan parlemen lokal.
Sanksi ekonomi tersebut membatasi akses terhadap pasar modal primer dan sekunder UE untuk lima bank Rusia yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Rusia dan anak perusahaannya yang didirikan diluar UE dan saham mayoritasnya dimiliki oleh bank-bank tersebut, dan juga tiga perusahaan energi Rusia dan tiga perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan.
Lebih jauh, larangan ekspor dan impor terhadap perdagangan senjata, dan barang yang berguna ganda untuk penggunaan oleh militer dan untuk angkatan darat Rusia juga diperpanjang.
Sanksi yang membatasi akses Rusia menuju teknologi dan layanan tertentu yang dapat digunakan untuk eksplorasi dan produksi minyak juga diperpanjang.
Lebih jauh, kesepakatan bersama Uni Eropa dengan Georgia dan Moldova mulai berlaku pada 1 Juli. Kesepakatan tersebut mencakup syarat-syarat pendirian Deep and Comprehensive Free Trade Areas (DCFTA) untuk negara-negara tersebut.