
Permintaan maaf seorang pemimpin negara dapat menghentikan penurunan kurs mata uang nasional. Lira Turki stabil terhadap dolar AS setelah Kremlin mengkonfirmasi bahwa Presiden Turki telah menyatakan penyesalannya mengenai insiden dengan jet militer Rusia. Lira merespon kabar ini dengan menguat ke level 2,933 terhadap dolar AS. Namun, BIST National, indeks saham utama Turki tetap tidak terpengaruh. Presiden Tayyip Erdogan membuat langkah tak terduga untuk rekonsiliasi dengan Rusia.
Dmitry Peskov, juru bicara presiden Rusia menyatakan bahwa Vladimir Putin telah menerima sebuah surat dari Erdogan 'dimana pemimpin Turki tersebut menyatakan niatnya untuk mengatasi situasi terkait penembakan pesawat militer Rusia.' Pada November 2015, militer Turki menembak jatuh pesawat jet Su-24 Rusia, meski Turki bergabung dengan kampanye anti teror Kremlin di Suriah. Insiden ini memicu serangkaian sanksi Rusia terhadap Ankara, khususnya embargo impor pangan, larangan penerbangan pesawat charter dan visa perjalanan gratis, serta membekukan pekerjaan saluran pipa gas transit.
Permintaan maaf di level atas tersebut menghentikan ketegangan diplomatik. Kremlin langsung mengangkat sanksi. Wisatawan Rusia dianjurkan untuk mengunjungi Turki meski adanya serangkaian serangan teror mematikan di seluruh negeri Turki. Buah dan sayur yang diproduksi Turki kembali diakui berkualitas tinggi. 'Kami mengumumkan bahwa Turki dan Rusia sepakat mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan hubungan bilateral,' juru bicara Erdogan mengatakan.