
Produk domestik bruto Jepang diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,9% pada tahun fiskal ini, turun dari estimasi Januari sebesar 1,7%, kata pemerintah Jepang. Revisi yang menurun ini disebabkan konsumsi dan aliran investasi yang melemah dan juga perlambatan ekonomi dunia dan ketidakstabilan pasar pasca-Brexit.
Lebih jauh, kenaikan kedua pajak penjualan yang direncanakan akan dilaksanakan pada April 2017, dari angka sekarang 8% menjadi 10%, akan ditunda hingga Oktober 2019. Awalnya. kenaikan tersebut direncanakan akan dilakukan pada 2015.
Kenaikan pertama pajak penjualan dari 5% menjadi 8% pada April 2014 kembali menyeret Jepang kedalam resesi sementara. Khususnya, pengeluaran konsumen turun secara signifikan. Prediksi inflasi juga diturunkan menjadi naik sebesar 0,4% dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,2%.
Kabinet Jepang sedang mengembangkan kebijakan fiskal senilai $192 miliar untuk menggairahkan ekonomi negara tersebut.