
Spread yang meningkat antara Brent dan saham WTI serta biaya pengiriman yang lebih rendah memungkinkan para trader menghasilkan ekspor minyak mentah AS ke Eropa. Dalam beberapa bulan tidak memungkinkan karena pasokan berlebih dari bahan baku pasar global dan kondisi pengiriman yang kurang mendukun.
Premi untuk saham Brent relatif dengan minyak mentah WTI yang berada di level $1, sementara itu Brent naik diatas $1,50 barel, merupakan level tertinggi dalam tiga bulan. Perubahan pada kondisi pasar mendorong trader untuk mengirim minyak mentah keluar negeri.
Menurut Bloomberg, trader mencoba menjual minyak mentah di pasar dengan harga yang lebih tinggi. Pendekatan tersebut memungkinkan trader memperoleh profit dari harga yang berbeda pada pasar yang berbeda dan tanggal pengiriman. Transaksi ini dikenal sebagai arbitrase. Beberapa trade menganggap arbitrasi adalah hal yang menguntungkan saat ini, namun tidak seluruh pelaku pasar siap untuk melakukan transaksi semacam itu. Untuk bulan Juli, para trader menggunakan kapal tanker untuk mengirim minyak mentah dari Teluk Meksiko ke wilayah Eropa. Minyak mentah WTI memiliki permintaan yang tinggi sama halnya dengan minyak mentah Eagle Ford dan minyak mentah Texas-Oklahoma.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama meningkatkan larangan jangka panjang terkait ekspor minyak mentah pada Desember 2015, namun peluang untuk mengirim minyak mentah dibatasi oleh gangguan pasokan minyak global dan pengiriman yang kurang mendukung. Di tahun 2016, ekspor minyak mentah dari AS mulai meningkat.