
Bank Sentral Rusia telah memenuhi kebijakan moneternya untuk membiarkan patokan suku bunga tetap tidak berubah pada 10,5%.
Menurut pejabat bank tersebut, level ini akan memastikan keseimbangan pada sektor perbankan, sementara harga pinjaman yang rendah sebaliknya akan menaikan tekanan pada harga. Keputusan suku bunga Bank of Russia tidak mempengaruhi inflasi, beberapa ahli berpandangan seperti itu. Baik itu melemahnya ruble atau naiknya harga-harga pertama-tama semua tergantung pada harga minyak yang mengalami penurunan dengan cepat pada saat ini. Jika laju pada pemangkasan suku bunga dipertahanan, inflasi dapat mengalami kenaikan mencapai level 8%.
Bank of Russia memangkas nilai suku bunganya sebanyak 50 bps menjadi 10,5% di bulan Juni. Saat ini, para pembuat kebijakan bermaksud untuk menjaga nilai tersebut tidak berubah dikarenakan kondisi moneter yang mengetat secara moderat memungkinkan bank untuk mempertahakan neracanya dengan angka pinjaman yang tersedia untuk para peminjam dan deposit bank masih dalam keadaan baik.
Selain itu, aktifitas manufaktur melanjutkan pemulihan bahkan pada melemahnya permintaan. Harga konsumen tetap stabil dan inflasi terlihat melambat.
Menurut perkiraan Bank of Russia, inflasi akan turun dibawah 5% di bulan Juli 2017 dan akan mencapai target sebesar 4% di akhir tahun 2017. Namun, bank tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa inflasi tidak akan jatuh ke 4% dalam kerangka waktu saat ini. Oleh karena itu, Bank akan mempertimbangkan kemungkinan untuk menurunkan nilai suku bunga.