
Harga minyak mentah telah turun ke wilayah terendah sejak April. Saham Brent diperdagangkan dibawah $43 per barel. Penurunan bahkan mencapai level $41,82, merupakan level terendah sejak April. Masalah pasokan berlebih masih menjadi masalah bagi pasar. Saham produk bahan bakar yang besar secara khusus masih menjadi pertanyaan dari pabrik pengilangan minyak. Selain itu, peningkatan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan di AS merupakan faktor negatif lain bagi konsumsi minyak mentah. Analis di Goldmanc Sachs memperkirakan harga minyak akan tetap rendah dalam waktu dekat, dalam range $45-50 per barel hingga pertengahan-2017. Laporan mengenai kenaikan produksi pada anggota OPEC dan kenaikan pada alat pengebor minyak aktif di AS juga melemahkan pasar. Para ahli memprediksikan produksi minyak OPEC akan naik ke level tertinggi dalam sejarah kontemporer di bulan Juli. Namun, meski terdapat semua hal ini, berbagai ekonom menunjukkan beberapa keyakinan. Contohnya, Kementrian Industri Perminyakan Iran mengatakan bahwa keseimbangan permintaan dan pasokan kemungkinan akan pulih. Barclays memperkirakan harga rata-rata untuk minyak sebesar $46,50 per barel di triwulan ketiga. Pasokan berlebih terus-menerus membuat tekanan pada harga minyak di pasar global. Harapan kenaikan pada permintaan tetap lemah. Gambaran ekonomi makro yang memburuk dan strategi Arab Saudi tidak memungkinkan untuk mendorong produsen yang tersisa untuk membatasi produksi mereka.