
Menurut La Repubblica mengutip sumber yang tidak disebutkan, bank sentral Italia memblokir pembayaran kartu kredit di Vatikan pada 1 Januari, 2013. Regulator Italia memerintahkan Deutsche Bank Italia yang menangani seluruh pembayaran kartu kredit bank di Vatikan, untuk menonaktifkan terminalnya, karena Vatican City State tidak memenuhi standar anti pencucian uang. Perwakilan bank sentral berfikir bahwa, karena Vatikan gagal untuk mematuhi peraturan yang ada, organisasi finansial tidak diperkenankan mengoperasikan pembayaran elektronik di wilayahnya.
Saat ini para pengunjung hanya bisa melakukan pembayaran dengan uang tunai, cek dan kartu IOR (Istituo per le Opere di Religione, yang biasa dikenal sebagai Vatican Bank).
Juru bicara Vatikan Federico Lombardi mengatakan Corriere della Sera bahwa kemungkinan melanjutkan pembayaran menggunakan kartu kredit di Vatikan saat ini sedang dibahas dengan operator lainnya. Ia mengatakan bahwa masa tangguhan pembayaran kartu kredit seharusnya "tidak bertahan lama", Federico Lobardi tidak menentukan kapan tepatnya sistem pembayaran kartu kredit akan kembali berfungsi.
Ini bukanlah pertama kalinya Vatikan menjadi tersangka pencucian uang dan bantuan penghindaran pajak. Untuk membebaskan Holy See dari tagihan-tagihan yang dianggap tidak beralasan, Presiden IOR Ettori Gotti Tadeshi telah diutus untuk membawa bank sensuai dengan standar internasional.
Pada akhir Mei 2012, Ettori Gotti Tadeschi dihapus dari jabatannya, diduga karena ketidakmampuannya untuk mencapai tugas-tugas yang telah ditetapkannya. Namun ia sendiri bersikeras mengatakan bahwa ia dipecat karena membuat transaksi finansial IOR terlalu transparan.
Beberapa waktu kemudian, Moneyval, Dewan group anti pencucian uang Eropa, akan menilai IOR dan Vatikan apakah mereka telah dibuat sesuai dengan aturan internasional atau tidak.
Pada bulan Juli para ahli mengetahui bahwa bank sebagian sesuai atau tidak sesuai pada 23 dari 45 rekomendasi umum dan yang sesuai atau sangat sesuai dari 22 bank tersebut.