Saham Samsung Electronics turun 6,3% setelah perusahaan tersebut mengumumkan untuk menarik kembali seluruh smartphones Galaxy Note 7. Pada penutupan sesi, kapitalisasi pasar perusahaan asal Korea Selatan tersebut turun 15,9 triliun won ($14,3 miliar) menjadi 232,1 triliun won ($210,6 miliar).
Sebelumnya, produsen smartphone teratas dunia tersebut mengatakan bahwa para pengguna Smartphone Galaxy Note 7 harus menonaktifkan smartphonenya dan menukarnya dengan smartphone yang baru melalui program pertukaran.
Samsung telah mengkonfirmasi untuk menghentikan penjualan dan menarik kembali seluruh perangkat Galaxy Note 7 yang telah terjual di seluruh dunia sebanyak 2,5 juta unit.
"Pasar tentu berpikir bahwa hal ini akan merugikan Samsung lebih dari $1 miliar," Anthea Lai, seorang analis di Nloomberg Intelligence mengatakan. Menurut estimasi Anthea Lai, kerugian keseluruhan dari biaya penarikan kembali dan penjualan yang hilang akan memotong pendapatan smartphone Samsung hingga $5 miliar di tahun ini. Selain itu, hal ini adalah pukulan besar terhadap reputasi perusahaan.
Penjualan Note 7 dihentikan di 10 negara.
Sementara itu, Federal Aviation Administration Amerika Serikat memperingatkan para traveler untuk tidak mengaktifkan atau mengisi baterai Samsung Galaxy Note 7 saat terbang dan bahkan menyimpan smartphone tersebut dengan rapi di tiap koper yang telah diperiksa. Qantas Airways, Jetstar, Virgin Australia, dan Tiger Airways juga melarang penumpang menggunakan smartphone Samsung Galaxy Note 7 saat berada di dalam pesawat karena khawatir baterai akan meledak.