
Minggu ini adalah minggu yang penting untuk pasar minyak dikarenakan pertemuan yang sudah lama dinantikan oleh para negara penghasil minyak yang akan diselenggarakan di Algiers, Algeria, dimana para produsen minyak terbesar di dunia akan berdiskusi mengenai cara untuk membatasi produksi.
Trader memperhatikan dengan seksama terkait laporan apapun dari pertemuan tersebut.
Di akhir minggu lalu, harga minyak mengalami penurunan secara tajam setelah Reuters melaporkan bahwa Iran telah menolak ajuan Arab Saudi untuk membatasi produksi minyak mentah miliknya sebagai ganti dari Riyadh yang membekukan produksinya pada level saat ini 3,6 juta barel per hari. Setelah laporan tersebut diungkapkan, harga turun lebih dari 3%.
Sementara itu, para ahli mengatakan bahwa pertemuan di Algiers akan berlangsung dengan dukungan fundamental yang tidak terlalu baik. Selama bulan lalu, kelebihan pasokan telah meningkat tiga kali lipat, dari 200.000 barel per hari ke 600.000 barel per hari.
Rusia menaikan produksinya ke level rekor, Arab Saudi menaikan produksinya, Libya dan Nigeria mencatatkan kenaikan produksi minyak ditengah-tengah pemulihan pasokan yang terganggu. Bahkan jika negara-negara tersebut kesepakatan dan membekukan produksi minyak pada level saat ini, hal tersebut sulit untuk membantu kenaikan harga minyak.
Pertemuan sebelumnya dari bangsa-bangsa penghasil minyak berlangsung di Qatar. Kemudian, organisasi tersebut gagal untuk mencapai kesepakatan dikarenakan Iran siap untuk membekukan produksi hanya jika telah mencapai level produksi pra-sanksi. Saat ini, produksi harian Iran adalah 3,6 juta barel, yang berarti berpotensi pada hasil pertemuan yang positif.