
Ian Bremmer, pendiri Eurasia Group dan seorang ahli geopolitik, menyatakan keprihatinannya terhadap Arab Saudi dalam jangka pendek. Kerajaan tersebut dapat mengalami kegagalan dalam kompetisi yang ketat di arena global sebagai sebuah negara independen.
Dalam wawancara terkininya dengan Bloomberg, Ian Bremmer mencatat bahwa ekonomi Arab Saudi sepenuhnya bergantung pada tenaga kerja asing. Selain itu, warga negara Saudi tak pernah berkonsentrasi pada bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas.
Pemimpin Eurasia Group tersebut meragukan bahwa kerajaan tersebut mampu mengatasi tantangan global. Ia menantang untuk berasumsi bahwa Arab Saudi dapat musnah sebagai negara berdaulat dalam jangka panjang.
Sementara penduduk Saudi terbiasa bersantai di sofa selama berdekade-dekade, para tenaga kerja dari Bangladesh, Lebanon, Filipina, dan Inggris berkontribusi terhadap kekuatan ekonomi negara tersebut.
Pendekatan pemerintah Arab Saudi dapat menghasilkan masalah serius. Sepanjang anggaran negara memiliki dana yang cukup, pemerintah mampu untuk menyewa kontraktor asing. Masalahnya adalah budaya di Arab Saudi tidak mewajibkan warga negaranya untuk bekerja. Mereka tidak pernah bertekad untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Tentu saja, rakyat Saudi dapat melakukan berbagai usaha untuk mengubah gaya hidup mereka dan mendorong para pemuda untuk bekerja. Namun, mereka tidak memiliki kemampuan untuk bekerja pada bidang apapun, kata Ian Bremmer.