
Pertemuan darurat UE untuk memastikan posisi kelompok tersebut terhadap pemilihan Donald Trump sebagai Presiden telah dibatalkan karena penolakan Inggris dan Prancis.
Menurut The Financial Times, dua kekuatan militer utama di kelompok tersebut menolak untuk menghadiri pertemuan di Brussels.
Perpecahan tersebut menyoroti kesulitan yang dialami negara-negara Eropa untuk berkoordinasi dalam merespons Trump, yang telah mempertanyakan komitmen AS terhadap NATO. Lebih jauh, presiden AS terpilih tersebut berencana untuk memperbaiki hubungan dengan presiden Rusia, Vladimir Putin.
Menurut Boris Johnson, menteri luar negeri Inggris, pertemuan tersebut menciptakan atmosfer kepanikan. Sementara itu, menteri luar negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault memilih untuk menghadiri pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Menteri luar negeri Hungaria, Peter Szijjarto juga menolak pertemuan tersebut.
Sementara itu, Brussels menegaskan bahwa pertemuan tersebut akan tetap berlangsung dan negara-negara UE akan mendiskusikan pertanyaan yang disiapkan selama pertemuan para menteri luar negeri yang telah dijadwalkan, yang akan dihadiri Johnson dan Ayrault.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg memperingatkan AS dan UE agar tidak "berjalan sendiri" dalam hal pertahanan.