
Persahabatan antara Rusia dan Turki kini kian membaik. Langkah berikutnya dalam pengembangan hubungan kedua negara tersebut adalah usulan dari Turki untuk memulai perdagangan dengam menggunakan mata uang nasional. Presiden Turki, Recep Erdogan, secara pribadi mengusulkan inisiatif ini kepada Vladimir Putin. "Kami akan membayar transaksi dalam Rubel untuk barang apapun yang kita beli dan sebagai gantinya Anda membayar kami dengan Lira," saran Erdogan. Hal ini sangat menarik karena mengingat bahwa usulan tersebut tidak bersifat eksklusif. Karena China dan Iran juga menerima "surat berantai" yang sama. Tapi meskipun demikian, kedua negara tersebut merespon gagasan ini dengan baik dan menganggap ide tersebut wajar. Langkah sukses lainnya dalam mewujudkan bersatunya negara Rusia dan Turki adalah mengadakan diskusi terbaru mengenai organisasi perdagangan yaitu tentang pasangan mata uang RUB / TRL di Bursa Efek Moskow dan juga diskusi mengenai cara yang memungkinkan untuk mengadakan kerjasama di bidang sistem pembayaran nasional.
Selain itu, dalam sambutannya, Erdogan pun menawarkan warga Turki dengan permintaan yang bahkan terdengar lebih menarik. Dalam upaya untuk mendukung mata uang nasional, presiden Turki mendesak masyarakatnya untuk menukarkan dolar yang mereka miliki di rumah dengan uang Lira. "Mereka yang masih mempertahankan mata uang asing di bawah kasur mereka harus datang pada kami dan menukarnya jadi lira atau emas. Lira Turki dan emas akan mengalami kenaikan harga," kata Erdogan. Nilai Lira Turki telah jatuh lebih dari 11 persen terhadap dolar AS dalam satu bulan terakhir.