
Menteri keuangan Perancis dan jerman menyatakan bahwa referendum konstitusional Italia tidak menimbulkan ancaman pada mata uang utama Eropa, Reuters melaporkan. Menteri Keuangan Perancis Michel Sapin tidak memperkirakan adanya resiko sistematik terhadap Zona euro terkait dengan pemilihan "tidak" pada reformasi konstitusional di Italia. Mr. Sapin mengatakan bahwa ekonomi Italia stabil dan pengunduran diri Perdana Menteri Matteo Renzi murni karena persoalan dalam negeri. Dalam menanggapi pertanyaan mengenai euro yang lebih lemah, ia mencatat bahwa nilai euro yang berlebih tidak menguntungkan bagi eksportir Eropa. Ia menambahkan bahwa penurunan yang terus berlangsung pada nilai euro mencerminkan kenaikan dolar. Menanggapi rekannya, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble juga menyatakan bahwa referendum tersebut adalah persoalan dalam negeri di Italia. Ia mengatakan tidak adanya ancaman krisis mata uang dan meminta para investor untuk tetap tenang. "Italia harus tetap berjalan dengan sikap konsisten sesuai dengan perekonomian dan politik yang telah dijalankan oleh Perdana Menteri Renzi selama tiga tahun terakhir," Schaeuble menyatakan. Analis dari Citigroup memperkirakan euro akan turun 7,5% hingga 0,98 terhadap dolar AS dalam 6-12 bulan terdekat, Rambler News Service melaporkan mengacu pada survei bank. Para ahli dari Citigroup memprediksikan euro akan diperdagangkan 1,05 terhadap greenback dalam jangka panjang. Sementara itu, euro masih turun ditengah referendum Italia yang berakhir dengan pemilihan "tidak" dengan perubahan konstitusi yang diajukan oleh Matteo Renzi. Setelah kekalahannya, ia mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri.