
Menjelang pemilihan presiden Zimbabwe hanya memiliki $217 yang tersisa pada kas pemerintah. Menteri keuangan Zimbabwe Tendai Biti melaporkan bahwa setelah membayar gaji pekerja publik, kas negara ini hampir habis.
Ia juga menambahkan bahwa rekening bank dari beberapa karyawan berada pada kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan kas negara.
Sementara itu, pemerintah harus meminta bantuan finansial dari komunitas internasional untuk melaksanakan referendum dan pemilihan. Angka sebelumnya menunjukkan bahwa biaya referendum bersama dengan pemilihan naik ke $104 juta.
Kebijakan dalam negeri yang dijalankan oleh Robert Mugabe, Presiden Zimbabwe, bertujuan untuk merebut tanah dari para petani Eropa, dan telah memicu sejumlah pelanggaran hak asasi manusia serta pembunuhan yang tak pandang bulu yang secara negatif mempengaruhi perekonomian negara. Langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut membuat para investor dan wisatawan menjauh dan mengakibatkan penurunan pada output manufaktur. Selain itu, sebagian besar dari tanah yang dirampas banyak yang tidak digunakan. Sebagai tambahan, beberapa sangsi ekonomi internasional dikenakan terhadap Zimbabwe.