
Persaingan pemilu presiden AS yang ketat secara luas diliput oleh media-media Rusia, yang membuat penduduk Rusia bersimpati dengan calon presiden AS yang karismatik dari Partai Republik, yang dikenal karena posisinya yang pro-Rusia. Warga negara Rusia menyambut kemenangan Trump dalam pemilu presiden AS bulan lalu. Penduduk Rusia berharap bahwa presiden terpilih AS tersebut akan memperbaiki hubungan diplomatik antara kedua negara adidaya tersebut.
Memang, mata uang Rusia tampaknya memperoleh keuntungan dari kepresidenan Trump yang akan datang, bahkan sebelum ia dilantik pada Januari mendatang. Donald Trump dapat mengubah sentimen perdagangan diantara spekulator AS terhadap rubel Rusia. Sehingga, spekulator-spekulator besar seperti bank-bank dan hedge fund menutup hampir seluruh posisi short pada rubel hanya dalam sepekan setelah pemilu. Mereka tidak lagi bertaruh mengenai pelemahan rubel. Menurut data dari Komisi Perdagangan Futures Komoditas AS (CFTC), trader terakhir menutup 140 posisi short terhadap rubel segera setelah pengumuman hasil pemilu.
Sementara itu, rubel Rusia secara bertahap memulihkan kerugiannya, tumbuh lebih dari 15% tahun ini. Rubel dapat terus menguat pada 2017, menurut Morgan Stanley, dengan mengutip beberapa argumen yang bernilai. Program Trump dapat menjadi salah satu alasan dibalik apresiasi rubel.