
China menyatakan ketidaksetujuannya yang kuat terhadap Amerika Serikat setelah rancangan undang-undang kebijakan pertahanan AS disahkan oleh Presiden Barack Obama. Rancangan undang-undang tersebut berisi rencana kerjasama militer dengan Taiwan.
Sebagian dari National Defense Authorization Act AS senilai $618,7 miliar akan digunakan untuk meningkatkan kerjasama militer antara AS dan Taiwan.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mereka telah menunjukkan "pernyataan yang jelas" kepada AS karena Taiwan adalah teritori milik China, sehingga seluruh hubungan dengan pulau tersebut adalah urusan dalam negeri China.
"Kami mendesak pihak AS untuk menepati janjinya terkait isu Taiwan, menghentikan hubungan militer AS-Taiwan dan menghentikan penjualan senjata ke Taiwan, untuk mencegah rusaknya hubungan China-AS dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," menurut Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan.
China juga menunjukkan penentangannya setelah Presiden AS terpilih, Donald Trump, berbicara melalui telepon dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.
Setelah dikalahkan oleh pihak Komunis pada 1949, tentara nasionalis China lari ke Taiwan. Sejak saat itu, China telah menggunakan kekuatan untuk memperkuat kekuasaannya di pulau tersebut.