logo

FX.co ★ Negara-negara maju cenderung memotong biaya Olimpiade

Negara-negara maju cenderung memotong biaya Olimpiade

Negara-negara maju cenderung memotong biaya Olimpiade

Hal-hal aneh terjadi di dunia yang gila ini. Saat negara-negara berkembang dengan berbagai permasalahan ekonomi serius menginvestasikan dana yang besar dalam organisasi Olimpiade, negara-negara maju sebaliknya berupaya menghemat dana pada perhelatan tersebut.

Contohnya Rusia yang ekonominya menurun, berhasil membuat dunia terkesan dengan menampilkan pertandingan-pertandingan paling mengagumkan dalam sejarah. Warga Rusia memperlakukan acara ini dengan perhatian besar dan sekali lagi sepakat untuk mengencangkan ikat pinggang mereka, sehingga tidak ada negara lain di dunia yang dapat melewati jumlah dana yang dihabiskan untuk "pesta olahraga" tersebut. Dan tujuan pun tercapai! Tidak ada negara lain dalam sejarah Olimpiade yang menghabiskan sebegitu banyak uang untuk konstruksi, organisasi, pembayaran dan suap. Selain itu, kemungkinan besar Sochi 2014 akan tetap menjadi Olimpiade termahal, khususnya mengingat bahwa negara-negara lain memilih pendekatan yang benar-benar berbeda. Mereka melakukan segala upaya untuk menghemat uang, karena hal paling penting dalam Olimpiade bukanlah jumlah biaya, namun catatan olahraga yang jujur.

Jepang, yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, sekali lagi menurunkan anggaran yang direncanakan untuk Olimpiade. Komite Olimpiade Nasional 2020 menyetujui anggaran baru: Tokio 2020 akan memakan biaya $15 sampai $16,8 miliar.

Yang menarik, pada mulanya Pemerintah berencana mengangggarkan $26,7 miliar pada Olimpiade 2020, namun Komite Olimpiade Internasional menilai jumlah tersebut terlalu tinggi. Akibatnya, beberapa negara lain kemungkinan akan menolak menjadi tuan rumah Olimpiade di masa mendatang karena pengeluaran yang berlebihan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading