
Aliran modal yang keluar dari Eropa mencapai rekor baru. Pada 2016, aliran keluar euro melampaui titik tertinggi sepanjang masa sejak zona euro dibentuk. Uang meninggalkan Eropa dengan laju yang sangat menakjubkan sehingga para ahli memprediksi akan terjadi keseimbangan antara dolar AS dan euro. Apabila prediksi para ahli menjadi kenyataan, euro akan jatuh ke level terendahnya dalam hampir 14 tahun.
Menurut statistik ECB, para investor mengeluarkan dana €497,5 miliar untuk aset keuangan diluar zona euro. Selain itu, para investor global menjual aset zona euro senilai €31,1 miliar pada 2016. Secara bersama-sama, angka tersebut menghasilkan aliran keluar bersih sebesar €528,8 miliar. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang masa sejak pemberlakuan mata uang tunggal tersebut. Pada Desember 2016, euro jatuh ke level 1,03 terhadap dolar AS, terendah sejak Januari 2003. Keputusan Fed AS untuk menaikkan suku bunga juga memberikan tekanan terhadap euro, khususnya pada saat ketika suku bunga acuan ECB masih negatif. Hasil investasi dari aset-aset Eropa menurun drastis, sehingga para investor cenderung menarik dana mereka, dan karenanya mereka menjual euro, yang meningkatkan tekanan menurun untuk mata uang tunggal tersebut.
"Dolar bisa dibilang mengamuk, dan euro adalah salah satu cerminan terjelasnya. Terdapat kombinasi divergensi kebijakan antara Fed dan ECB, dan kedua ekonomi berjalan ke arah yang berbeda,: menurut Ned Rumpeltin, direktur strategi mata uang asing Eropa pada TD Securities. Ia memperkirakan akan terjadi keseimbangan antara euro dan greenback pada permulaan 2017. Ahli-ahli lainnya mendukung pendapatnya. Para analis di Morgan Stanley dan Goldman Sachs juga memprediksi bahwa euro akan mencapai keseimbangan antara dolar AS pada akhir 2017. Deutsche Bank mengambil langkah lebih jauh dan memprediksi bahwa euro akan turun menuju setidaknya $0,95 pada 2017.