
Para analis di Northman Trader memperkirakan penurunan Dow Jones. Menurut mereka, Dow Jones Industrial Average dapat turun beberapa persen setelah upacara pelantikan Donald Trump.
Dow Jones adalah indeks rata-rata beban harga dari 30 saham-saham penting di AS. Sejak hari pertama 2017, indeks tersebut telah bergerak naik. Namun, para ahli mengklaim hal ini merupakan faktor transisi.
Northman Trader mengatakan bawha awal 2017 yang kuat adalah hasil dari situasi tahun sebelumnya saat kekhawatiran mengenai ekonomi China memicu tekanan pada bursa-bursa saham di seluruh dunia.
Kenaikan nilai tukar dolar dan saham AS yang dipicu oleh pemilihan presiden AS juga berkontribusi pada awal tahun yang kuat. S&P 500 naik 0,8%, berbalik dari penurunan selama tiga hari berturut-turut setelah pemilu. Hasilnya, S&P 500 mengakhiri 2016 dengan naik 9,5%. Dow naik 132,18 poin, sementara Stoxx Europe 600 naik 0,9%.
Dow Jones hampir mencapai level harga psikologis yang penting di 20.000 Jumat. Para analis meyakini bahwa indeks dapat turun memasuki zona merah dalam waktu dekat. Data yang mengecewakan dari beberapa perusahaan yang terdaftar dalam indeks mengkonfirmasi prediksi para analis. Sehingga, penurunan saham Exxon Mobil dan Chevron berkontribusi para kemunduran Dow dari level 20.000.
Setelah kemenangan Trump, indeks naik hampir 9%. Para analis dan investor sebelumnya memperkirakan volatilitas yang meningkat, namun volatilitas yang ada justru rendah.
Di awal pekan ini, Dow Jones turun 76 poin atau 0,4% ke level 19.887. Sementara itu, S&P 500 turun 0,4%. Hal ini terutama karena turunnya harga minyak dunia.