
Menurut lembaga informasi Kementerian Energi Rusia, Rusia memecahkan rekor produksi tahun lalu, memompa minyak sebanyak 547,499 juta ton. Karenanya, produksi minyak Rusia meningkat sebesar 2,5% mulai tahun 2015. Pada bulan Desember 2016, produksi minyak melonjak sebesar 3,5% per tahun menjadi 47,402 juta ton, sementara volume produksi per hari berada diatas 11 juta barel.
Itu adalah hasil total. Secara individu, Rosneft mencatatkan poin terbesar dengan volume produksi sebesar 189,707 juta ton. Lukoil berada di posisi kedua, memompa 82,999 juta ton pada tahun lalu. Surgutneftgas berada di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 61,849 juta ton. Perusahaan-perusahaan tersebut diikuti oleh Gazprom Neft (37,761 juta ton), Tatneft (28,686 juta ton), Slavneft (15,001 juta ton), Bashneft (21,380 juta ton), dan Russneft (7 juta ton). Meskipun terdapat fakta bahwa Rosneft membeli saham mayoritas pada Bashneft, hasilnya dicatat secara terpisah. Negara-negara OPEC dan non-OPEC menandatangani perjanjian untuk mengurangi pasokan minyak, sehingga Rusia harus mengurangi produksinya sebesar 300.000 barel per hari pada paruh pertama 2017. Kementerian energi Rusia mengatakan produksi tersebut akan dikurangi secara bertahap, sementara kondisi cuaca dan lingkungan teknologi mempengaruhi proses ini. Namun, para ahli meyakini bahwa produksi tampaknya akan bertumbuh pada paruh kedua 2017.