logo

FX.co ★ Para ekonom memprediksi penurunan nilai berikutnya dari ruble

Para ekonom memprediksi penurunan nilai berikutnya dari ruble

Para ekonom memprediksi penurunan nilai berikutnya dari ruble

Mata uang Rusia menghadapi risiko penurunan nilai yang terakhir kali terlihat di akhir tahun 2014 ketika ruble merosot di bawah angka 80 terhadap greenback, kepala Institute of Economics di Russian Academy of Sciences Ruslan Grinberg mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Lenta.ru.

"Kami dapat melihat penurunan nilai yang terjadi di akhir tahun 2014," ekonom tersebut mencatatkan. Dia menyangka bahwa harga minyak akan mencapai rata-rata $45 per barel di tahun 2017. Namun di waktu yang bersamaan, dia menyaksikan penurunan yang lebih cepat.

Mantan Menteri Ekonomi Rusia, Andrey Nechaev mengatakan bahwa ruble yang melemah dan harga minyak yang rendah akan berguna bagi kesehatan ekonomi, karena faktor-faktor ini akan membuat otoritas Rusia dapat mengambil langkah. "Biarkan harga minyak sebesar $30 - dalam kasus ini kita dapat mengharapkan bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik secara perlahan," ekonom tersebut mengatakan.

Bank of Russia mengadopsi rezim kurs yang mengambang di akhir tahun 2014 sebagai reaksi dari merosotnya harga minyak. Setelah itu, bank menaikan suku bunganya ke 17%.

Selama sesi trading pada 16 Desember 2014, euro meroket ke atas 100 ruble, sementara dolar AS melonjak ke 80 ruble setelah keputusan bank sentral Rusia telah diumumkan. Hari tersebut ditandai sebagai Selasa Hitam (Black Tuesday). Semenjak itu, bank telah menurunkan suku bunganya. Saat ini, suku bunga berada pada level 10%.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading