
Selama enam bulan terakhir, Libya telah meningkatkan tiga kali lipat produksi minyak miliknya.
OPEC sepakat pada 30 November 2016 untuk memangkas produksi sebanyak 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta. Kemudian sejak itu, harga minyak mentah Brent naik sebanyak 19% di atas $58 per barel. Di hari Selasa, harga minyak turun di bawah $54 per barel untuk pertama kalinya sejak bulan Desember.
Libya memang memiliki pengecualian dalam hal pemangkasan produksi dikarenakan negara tersebut pernah mengalami perang sipil dan keurusuhan. Namun, negara tersebut telah menyetujui kesepakatan tersebut dengan sikap berontaknya dan pembaharuan produksi. Pekan ini, produksi minyak Libyar mencapai 708.000 barel per hari, level tertinggi dalam tiga tahun.
Sebelumnya di bulan Januari, produksi minyak negara tersebut jatuh di bawah 200.000 barel per hari. Sebelumnya, Libya menghasilkan sekitar 1,6 juta barel per hari.
Menurut perkiraan para ahli, Libya dapat meningkatnya produksinya menjadi 900.000 barel per hari di tahun 2017.
Di bulan November tahun 2016, produksinya berada pada level sekitar 575.000 barel per hari. Laju kenaikan seperti itu mengimbangi janji Rusia untuk memangkas produksinya dan dapat membuat Arab Saudi mulai menaikan laju produksi pemangkasannya dalam rangka mencapai target yang disetujui oleh kartel.
Sebuah peningkatan pada produksi minyak di Libya dapat mencegah harga minyak dari meningkat ke $60 per barel, ketika para investor tengah menanti sinyal bearish.