
Saluran pipa Turkish Stream adalah titik fokus kemitraan ekonomi antara Kremlin dan Ankara. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Oktober 2016. Parlemen kedua negara mensahkan perjanjian tersebut dalam satu bulan. Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Berat Albayrak membuat pernyataan resmi bahwa kerja konstruksi akan dimulai di awal 2017.
Selain itu, kedua belah pihak mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap implementasi proyek ini. Berbicara mengenai kepentingan Turki, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Turki meminta potongan yang besar pada harga gas dari Rusia. Untuk fitur-fitur teknis, proyek berskala besar tersebut terdiri dari dua saluran pipa gas yang mengalir sepanjang dasar Laut Hitam. Saluran pipa pertama ditargetkan untuk mensuplai gas langsung ke konsumen Turki. Saluran kedua dirancang untuk mengirimkan gas ke Eropa. Saluran pipa bawah laut memiliki panjang hampir 910 km, saluran pipa di darat pada wilayah Turki mencapai 180 km. Nilai total proyek ini diestimasi sekitar 11,4 miliar euro. Rusia mengalokasikan anggaran 7 miliar euro untuk konstruksi bawah laut.
Yang menarik, perusahaan-perusahaan Rusia bertanggung jawab untuk desain dan konstruksi dari saluran pipa di laut. Sementara, Turki menanggung biaya pada bagian saluran pipa di darat.