
Calon Presiden Perancis sekaligus mantan Perdana Menteri Prancis, Francois Fillon, meminta agar mereka segera memulihkan hubungan mereka dengan Moskow. Ia mengatakan bahwa masa depan Eropa secara langsung bergantung pada Rusia karena negara tersebut merupakan negara yang tidak berasas demokrasi dan memiliki senjata nuklir. Artinya Prancis harus tetap mencoba menyepakati persetujuan atau mengkonfrontasi Rusia.
Fillon menekankan bahwa masalah Ukraina pun harus segera diselesaikan untuk memulihkan hubungan mereka dengan Rusia. Ia berkata bahwa Kiev harus mematuhi perjanjian Minsk, begitu juga dengan Moskow.
"Kedua, kita perlu kerjasama ekonomi baru dengan Rusia. Pada akhirnya, saya mengusulkan sebuah konferensi Eropa-Rusia dengan yang membahas keamanan di Eropa," mengutip yang Fillon katakan.
Pada November 2016, Fillon keluar sebagai pemenang dalam putaran pertama pemilihan awal untuk Partai Republik dan menjadi calon presiden. Fillon dan juga pemimpin Front Nasional Marine Le Pen merupakan dua kandidat paling atas dalam pemilihan presiden dua tahap yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 23 April dan 7 Mei 2017.