
Pada Desember 2016, penjualan ritel Jepang meningkat untuk bulan kedua secara beruntun. Namun, laju pertumbuhan berada dibawah ekspektasi para analis.
Penjualan ritel meningkat sebesar 0,6% dalam basis tahunan setelah meningkat 1,7% pada bulan sebelumnya. Para analis telah memproyeksikan kenaikan sebesar 1,3%, mengatakan bahwa pengeluaran konsumen yang lemah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jepang.
Menurut Shuji Tonouchi, seorang ahli strategi fixed income senior pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, angka penjualan ritel yang kuat tidak diperkirakan pada Desember, karena konsumsi pribadi melemah pada akhir tahun. Kenaikan harga utamanya disebabkan oleh kenaikan harga energi, sementara permintaan domestik tetap tak berubah, menurut Tonouchi.
Pada Selasa, Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya sebagai kesimpulan dari pertemuannya yang berlangsung selama dua hari.
Pada periode Juli-September, ekonomi Jepang bertumbuh untuk kuartal ketiga secara beruntun, ditengah kenaikan ekspor. Namun, permintaan domestik masih lemah. Menurut data terbaru, harga konsumen inti di Jepang turun dengan laju paling lambat dalam hampir setahun terakhir, yang berarti bahwa inflasi dan permintaan domestik dapat meningkat pada bulan-bulan mendatang.