
Teman Rusia Trump dengan senang hati melupakan dendam lama, namun Senat AS menolak hal tersebut. Ordinary Russian hampir tidak bisa memahami bahwa Presiden tersebut tidak bisa mengeluarkan surat keputusan dalam hal kebebasan bertindaknya dan Senat dapat dengan mudah mengatakan tidak terhadap rencana Presiden tersebut.
Ada pihak yang mungkin berpikir bahwa ini adalah sebuah kelancangan. Di Rusia tidak akan mengejutkan, apabila semua orang yang menentang akan dihapus dari posisinya dan diasingkan ke Alaska. Dalam sebuah negara, dimana tidak pernah ada pihak yang meragukan setiap keputusan Presidennya, sulit untuk membayangkan bahwa terkadang senat dapat dengan mudah menolak inisiatif dari Presidennya tanpa adanya rasa takut akan dikenakan hukuman. Hal itulah yang terjadi dengan permasalahan sanksi terhadap Rusia. Donald Trump berjanji akan menyelesaikan masalah ini, namun Senat tidak setuju dengan rencana Trump tersebut. Selain itu, perselisihan ini antara Senat dan Presiden membawa serta partai Demokrat dan Republikan. Chuck Schumer, seorang perwakilan dari partai Demokratik, dan John McCain, salah satu anggota terkemuka dari partai Demokratik, merancang sebuah RUU yang dapat membatasi kekuasaan Presiden dalam hal ini.
Apabila RUU tersebut disahkan, Presiden AS tidak akan mampu untuk mencabut atau mengurangi pembatasan ekonomi yang dikenakan kepada Rusia secara pihak dikarenakan kebijakannya terhadap Ukraina. Selain itu, McCain yakin bahwa penting untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, karena, menurutnya, Vladimir Putin adalah penjahat perang.