logo

FX.co ★ Pemerintah AS menuduh Jerman melakukan eksploitasi terhadap nilai euro yang melemah

Pemerintah AS menuduh Jerman melakukan eksploitasi terhadap nilai euro yang melemah

Pemerintah AS menuduh Jerman melakukan eksploitasi terhadap nilai euro yang melemah

Akibat lambatnya pertumbuhan perekonomian global, banyak negara yang berupaya untuk memperlemah nilai mata uang nasional mereka dengan tujuan untuk menopang perekonomian.

Ditengah-tengah kompetisi yang sengit di pasar penjualan global, sebuah penurunan nilai mata uang membuat harga barang-barang ekspor lebih murah untuk para pembeli dari luar, oleh sebab itu, negara-negara dengan mata uang yang lemah memperoleh keuntungan kompetitif. Sehingga, sebuah nilai mata uang yang lemah dapat meningkatkan penjualan ekspor. Baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump menuduh pada eksportir besar secara sengaha mendorong nilai mata uang mereka ke penurunan. Penasihat perdagangan utama untuk presiden AS, Peter Navarro, menyebut Jerman sebagai "pengeksploitasi mata uang". Pejabat tersebut mengatakan bahwa Jerman tengah mengeksploitasi Amerika Serikat dengan nilai mata uang "yang terlalu anjlok". Peter Navarro bahkan berani menggambarkan mata uang tunggal Eropa tersebut sebagai "Deutsche Mark implisit". Menanggapai hal tersebut, Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan bahwa negara tidak memiliki pengaruh terkait kurs euro. Dia juga mencatatkan bahwa Bank Sentral Eropa menganut kebijakan forex yang independen seperti Bundesbank yang berfungsi untuk mengendalikan kurs forex Deutsche Mark sebelum euro diperkenalkan. "Saya bukan hanya tidak mau namun juga tidak bisa melakukan sesuatu untuk mengubah situasi tersebut," Angela Merkel mengatakan kepada para wartawan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading